Tampilkan postingan dengan label KIMIA ANALITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIMIA ANALITIK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2011

MATERI : GRAVIMETRI



PENENTUAN KLORIDA
·        Prinsip
Ion klorida dalam larutan diendapkan dari larutan asam sebagai perak klorida (AgCl).
Cl + Ag+ ?AgCl (endapan)
Endapan yang terbentuk mula – mula berbentuk koloid tetapi kemudian akan menggumpal membentuk agregat. Endapan yang terbentuk mudah tersebut dicuci dan disaring. Sebagai pencuci digunakan larutan asam nitrat (HNO3) encer. Air tidak dapat digunakan sebagai pencuci.
Perak klorida yang terbentuk disaring melalui sintered-glass crucible, bukan dengan kertas saring karena AgCl mudah direduksi menjadi Ag bebas oleh karbon dalam kertas saring selama pembakaran kertas saring.
·        Tujuan
Menetapkan kadar klorida dalam suatu sampel dengan cara mengendapkan ion khlorida yang ada dalam sampel menggunakan perak nitrat (AgNO3).
·        Teori Dasar
Gravimetri adalah metode analisis kuntitatif unsur atau senyawa berdasarkan bobotnya yang diawali dengan pengendapan dan diikuti dengan pemisahan dan pemanasan endapan dan diakhiri dengan penimbangan.
Untuk memperoleh keberhasilan pada analisis secara gravimetri, maka harus memperhatikan tiga hal berikut ;
1.     Unsur atau senyawa yang ditentukan harus terendapkan secara sempurna.
2.     Bentuk endapan yang ditimbang harus diketahui dengan pasti rumus molekulnya.
3.     Endapan yang diperoleh harus murni dan mudah ditimbang.
Dalam analisis gravimetri meliputi beberapa tahap sebagai berikut ;
  • Pelarutan sampel (untuk sampel padat).
  • Pembentukan endapan dengan menambahkan pereaksi pengendap secara berlebih agar semua unsur/senyawa diendapkan oleh pereaksi. Pengendapan dilakukan pada suhu tertentu dan pH tertentu yang merupakan kondisi optimum reaksi pengendapan. Tahap ini merupakan tahap paling penting.
  • Penyaringan endapan.
  • Pencucian endapan, dengan cara menyiram endapan di dalam penyaring dengan larutan tertentu.
  • Pengeringan endapan sampai mencapai berat konstan.
  • Penimbangan endapan.
  • Perhitungan.

·        Cara Kerja
Timbang teliti sampel yang mengandung ion klorida sebanyak 0.2 gram NaCl. Masukkan ke dalam beaker glass 250ml, tambahkan aquadest 150ml, aduk hingga larut dan tambahkan 0.5ml HNO3 pekat lalu tambahkan perlahan – lahan larutan AgNO3 0.1M sambil terus diaduk dan sampai sedikit berlebih (ini dapat dilihat dari cairan jernih ditetesi AgNO3 tidak terbentuk endapan lagi). Panaskan pada suhu 80oC sambil di aduk, dinginkan dan simpan di tempat yang gelap biarkan 15 - 30 menit sebelum disaring. Saring endapan melalui filter crucible dengan vacum. Crucible telah diketahui berat konstannya dengan pemanasan pada suhu yagng sama dengan suhu pengeringan (130 – 150oC). Kumpulkan endapan dalam krus penyaring kemudian cuci 2 – 3 kali dengan masing – masing 10ml larutan HNO3 encer (0.5ml HNO3 pekat dalam 200ml air) sampai cairan pencuci bebas dari ion Ag+ (buktikan dengan penambahan 1- 2 tetes HCl 0.1N). Keringkan krus berisi endapan dalam oven pada suhu 130 – 150oC selama 1 jam, dinginkan dalam
desikator dan ditimbang sampai mendapat berat badan bobot konstan.
·        Alat dan Bahan
Alat:
-  Beaker glass 250ml
-  Cawan porselen
-  Desikator
-  DHO
-  Corong
-  Lampu spiritus
-  Nerasa massa digital
-  Penjepit tabung
-  Kertas saring
Bahan:
-  NaCl
-  AgNO3
-  HNO3
-  Aquadest


·        Hasil NaCl
Data hasil pengamatan :
*sampel: 0,2 gram
                                      *wadah kosong konstan: 40,55 gram
                                      *kertas saring konstan: 0,7 gram
                                      *kertas saring dan AgCl: 0,92 gram
*cawan porselin +kertas saring+AgCl (konstan): 41,42 gram

Maka,
Gram AgCl = (berat kertas+AgCl) – kertas saring konstan
                   = 0,92 gram – 0,75 gram
                   = 0,17 gram

Sthoikiometri:
          NaCl + AgNO3   -----> AgCl + NaNO3

Mol NaCl             =       mol AgCl
Gr/Mr NaCl        =       Gr/Mr AgCl
Gram NaCl         =       0,17 gram . 58,8 / 143,5
=       0,0693 gram

%NaCl                =       (gram NaCl / gram contoh) x 100%
                             =       (0,0693 / 0,2 ) x 100%
                             =       34,6515 %

















PENENTUAN KADAR BARIUM SULFAT

A.     Prinsip
Sulfat dapat ditentukan dengan cara mengendapkannya dengan barium khlorida (BaCl2) untuk membentuk endapan barium sulfat (BaSO4).
Partikel endapan BaSO4 terlalu kecil untuk disaring sehingga perlu didigest untuk membentuk kristal yang lebih besar. Proses ini menghasilkan kristal yang sukar larut.
artikel 59
Sumber kesalahan berasal dari coprecipitation dari beberapa kation seperti kalium dan besi (II).
Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut dapat diatasi dengan cara menambahkan larutan sampel yang panas kedalam larutan BaCl2 panas. Hal ini akan mengurangi adanya coprecipitation.
B. Tujuan
Menentukan kadar sulfat dalam suatu sampel dengan cara mengendapkan sulfat tersebut dengan pereaksi pengendap BaCl2
C.Teori dasar
Gravimetri merupakan salah satu metode analisis kuantitatif suatu zat atau komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penetuan secara analisis gravimetri meliputi transformasi unsure atau radikal kesenyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti.
Metode gravimetric memakan waktu yang cukup lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu factor-faktor koreksi dapat digunakan (Khopkar,1990).
Analisis gravimetri dapat berlangsung baik, jika persyaratan berikut dapat terpenuhi :
1. Komponen yang ditentukan harus dapat mengendap secara sempurna (sisa analit yang tertinggal dalam larutan harus cukup kecil, sehingga dapat diabaikan), endapan yang dihasilkan stabil dan sukar larut.
2. Endapan yang terbentuk harus dapat dipisahkan dengan mudah dari larutan ( dengan penyaringan).
3. Endapan yang ditimbang harus mempunyai susunan stoikiometrik tertentu (dapat diubah menjadi sistem senyawa tertentu) dan harus bersifat murni atau dapat dimurnikan lebih lanjut (Vogel, 1990).
D.  Rangkuman
          prosedur pengerjaan analisis kuantitatif metode gravimetric :
ü Penyiapan sampel
ü Penyiapan larutan pereaksi
ü Perlakuan terhadap sampel
ü Proses pengendapan
ü Proses penyaringan dan pencucian
ü Proses pemanasan endapan
ü Perhitungan berdasarkan data analisis
ü Pelaporan hasil praktikum

E. Alat dan Bahan

·     Peralatan :
- neraca analitis                   - corong panjang
-botol timbang           - policemen
- batang pengaduk               - tiang penyaring
- pipet ukur                         - oven
- kaca arloji                          - lampu spritus
- penangas air            - kaki tiga
- kasa asbes                         - segitiga porcelen
- cawan                      - tang krus
- botol penyemprot

·     Bahan
-         Aquadest
-         Larutan HCl pekat
-         Larutan H2SO4 1N
-         Kertas saring halus ( whatman no 42)

F. Prosedur kerja
1.     Timbang teliti ± 0,3 gram contoh gram barium , masukan ke dalam gelaskimia 400 mL.
2.     Larutkan contoh gram barium dengan 100 mL aquadest.
3.     Tambahkan 1 mL HCl pekat kmudian panaskan, hingga hamper mendidih.
4.     Panaskan H2SO4 1 N hingga hamper mendidih, kemudian tambahkan pelan pelan kedalam larutan sampel sambil diaduk hingga semua barium terendapkan.
5.     Biarkan endapan dan larutannya ( digest) diatas penangas air minimal 1 jam
6.     Saring endapan dengan kertas saring halus.
7.     Cuci endapan mula mula dengan air panas yang diasamkan dengan dua tetes asam sulfat perliter, dan kemudian dengan air panas saja hingga bebas asam.
8.     Keringkan pada 100-105 oC, kemudian arangkan dan abukan kertas saring dengan api kecil.
9.     Pijarkan endaan, biarkan mendingin dalam eksikator , dan timbang endapan sebagai BaSO4.
10.  Lakukan pengerjaan ini beberapa kali  ( dengan pemijaran selama 15 menit) sampai diperoleh berat yang konstan.
11.  Hitung kadar barium sebagai endapan BaSO4.

G. Data hasil pengamatan :

*sampel BaCl2: 0,6 gram
*cawan kosong konstan: 48,65 gram
*kertas saring konstan: 0,70 gram
*kertas+BaSO4: 0,96 gram
*cawan porselin+kertas saring+BaCl: 49,62 gram

Maka,
Gram BaSO4       =       (kertas+BaSO4) – kertas saring konstan
                                       =       0,96 gram – 0,70 gram
                             =       0,26 gram

Sthoikiometri
          BaCl2 + H2 SO4 --->     BaSO4 + 2HCl
             1       :    1          :           1       :    2

Mol   BaCl2                          =       mol BaSO4
Gr/Mr BaCl2       =       Gr/ Mr BaSO4
Gram BaCl2        =       0,26 gram . 208 / 233
                             =       0,23210 gram

% BaCl2                        =       (gram BaCl2 / gram contoh) x 100%
                             =       (0,23210 gram / 0,6 gram) x 100%
                             =       38,6838 %








Kesimpulan

Dari hasil praktikum, didapatkan bahwa presentase NaCl di dalam garam dapur sebesar 34,615%.
Dan persentase BaCl2 di dalam BaCl2.2H2O sebesar 38,6838 %.

ASIDIMETRI


Praktikum ke   : 1
Hari / tanggal  : Selasa / 28 Maret 2006
Materi              : Pembakuan HCl 0,1 N dengan Na2CO3 0,1 N
Metode            : Acidimetri
Prinsip             : Penetralan asam basa
Reaksi             : HCl + Na2CO3 à 2 NaCl + H2O + CO2
Pentiter            : HCl
Indikator         : Methylorange
Tujuan             : Agar praktikan dapat melakukan titrasi secara baik dan benar sesuai
  dengan prosedur kerja
Alat-alat          : Buret, statif, erlenmeyer, pipet volume, karet penghisap, beacker
  glass, pipet tetes, corong
Bahan-bahan   : HCl 0,1 N, Na2CO3 0,1 N, Methylorange

Prosedur

Pipet dengan seksama larutan baku Na2CO3 0,1 N sebanyak 10,0 ml, masukkan ke dalam erlenmeyer tambahkan 1 tetes methylorange ke dalam erlenmeyer yang telah berisi Na2CO3. Titrasi dengan HCl sampai titik akhir titrasi. Lakukan titrasi sebanyak minimal 3 kali.

Hasil Praktikum

Setelah melakukan titrasi di dapat titik akhir titrasi (t.a.t) dengan volume 19,45 ml.
Warnanya berubah menjadi merah muda.
Perhitungan     :
V1.N1   = V2.N2
10.0,1  = 19,45.N2
N2        = 0,0514 N


Kesimpulan

Jadi, N1 adalah normalitas Na2CO3 yaitu 0,1 N dan N2 adalah normalitas HCl yang telah di titrasi yaitu 0,0514 N.


























Praktikum ke   : 2
Hari / tanggal  : Selasa / 4 April 2006
Materi              : Penetralan kadar NaOH dalam sampel
Metode            : Acidi Alkalimetri
Prinsip             : Penetralan asam basa
Reaksi             : NaOH + HCl à NaCl + H2O
Tujuan             : Agar praktikan dapat mengetahui kadar NaOH dalam 250 ml sampel
Alat–Alat        : Buret, statif, erlenmeyer, pipet volume, karet penghisap, corong,
                          beacker glass, pipet tetes                                  
Bahan-bahan   : HCl, Na2CO3 0,1 N, NaOH, Penol Phtalein 1%, Methylorange

Prosedur       

- Pembakuan HCl terhadap Na2CO3 0,1 N
1.      Pipet dengan seksama Na2CO3 0,1 N sebanyak 10,0 ml, lalu masukkan ke erlenmeyer, lalu tambahkan indikator methylorange 2-3 tetes (homogenkan)
2.      Titrasi dengan HCl sampai titik akhir titrasi (t.a.t). Lakukan sebanyak 2 kali.
Hasil            : Vol.titrasi I                = 8,25 ml
                      Vol.titrasi II              = 8,10 ml
                      Vol.total                    = 16,35 ml / 2  = 8,175 ml
Warna berubah menjadi merah muda
Diketahui    : N.Na2CO3                = 0,1 N
                       Vol.pemipetan          = 10,0 ml
                       Vol.titrasi                 = 8,175 ml
N.HCl à N1.V1      = N2.V2
                0,1.10,0   = N2.8,175
                N2            = 0,1223 N

- Penetapan kadar NaOH dalam sampel
1.      Pipet dengan seksama sampel NaOH 10,0 ml, masukkan ke erlenmeyer, lalu tambahkan indikator PP 1% sebanyak 3-5 tetes (homogenkan)
2.      Titrasi dengan HCl yang sudah dibakukan sampai t.a.t. Perhatikan perubahan warna.

Perhitungan   :
Vol.titrasi                    = 8,25 ml
Vol.pemipetan             = 10,0 ml
Vol.pembuatan NaOH            = 250 ml
N.HCl                         = 0,1223 N
BE.NaOH                   = BM = BE = 40

Mgrek NaOH  = Mgrek HCl
Mgram NaOH = Vol.titrasi x N.HCl x BE.NaOH                     
                        = 8,25 ml x 0,1223 N x 40
                        = 40,359 mg
                        = 0,040359 gr / 10 ml

Kadar NaOH  =
     
                        = 1,0090 gr / 250 ml

% Kesalahan  

                       
                         = 3,2225 %

Kesimpulan

Dari hasil praktikum penetapan kadar NaOH dalam sampel adalah 1,0090 gr / 250 ml. Sedangkan menurut kadar sebenarnya adalah 0,9775, sehingga di dapat % kesalahan sebesar 3,2225 %.





















Praktikum ke   : 3
Hari / tanggal  : Selasa / 11 April 2006
Materi              : Penetapan kadar CH3COOH dalam sampel
Metode            : Acidi Alkalimetri
Prinsip             : Penetralan asam basa
Reaksi             : CH3COOH + NaOH à CH3COONa + H2O
Tujuan             : Untuk mengetahui kadar CH3COOH dalam normalitas
Alat-alat          : Buret, statif, erlenmeyer, beacker glass, corong, pipet volume, pipet
                          tetes, karet penghisap
Bahan-bahan   : NaOH, H2C2O4, PP 1%, CH3COOH

Prosedur

- Pembakuan larutan NaOH
1.      Pipet larutan baku H2C2O4 10,0 ml, masukkan ke erlenmeyer, lalu tambahkan 2-3 tetes larutan indikator PP (homogenkan)
2.      Titrasi dengan NaOH 0,1 N (pentiter) sampai titik akhir titrasi (warna pink muda). Lakukan sebanyak 2 kali
Hasil            : Vol.titrasi I                           = 11,50 ml
               Vol.titrasi II                         = 11,25 ml      
                       Vol.total                               = 22,75 ml / 2  = 11,375 ml
Warna berubah menjadi merah muda / pink muda
Diketahui    :  N.N2C2O4                 = 0,1 N
                       Vol.pemipetan          = 10,0 ml
                       Vol.titrasi                 = 11,375 ml
N.NaOH à N1.V1              = N2.V2
                     0,1.10,0          = N2.11,375
                     N2                   = 0,0879 N


- Penetapan Kadar CH3COOH
1.      Pipet 10,0 ml asam asetat, masukkan ke erlenmeyer lalu tambahkan 2-3 tetes indikator PP (homogenkan)
2.      Titrasi dengan NaOH yang sudah di bakukan sampai t.a.t (warna pink muda)

Perhitungan   :
Diketahui        :
Vol.titrasi                                = 14,15 ml
Vol.pembuatan CH3COOH    = 500 ml
Vol.pemipetan                         = 10,0 ml
N.NaOH                                 = 0,0879 N
BE.CH3COOH                       = 60

Mgram CH3COOH     = Vol.titrasi x N.NaOH x BE.CH3COOH
                                    = 14,15 ml x 0,0879 N x 60
                                    = 74,6271 mg
                                    = 0,0746271 gr / 10 ml

Kadar CH3COOH     
                                   
                                    = 3,73 gr / 500 ml
% Kesalahan              
                                   
                                    = 25,4%

Kesimpulan

Dari hasil praktikum di dapat kadar CH3COOH sebesar 3,73 gr / 500 ml. Sedangkan menurut kadar sebenarnya adalah 5 gr / 500 ml sehingga % kesalahan sangat besar yakni mencapai 25,4% sehingga titrasi dianggap salah.

























Praktikum ke   : 4
Hari / tanggal  : Selasa / 18 April 2006
Materi              : Penentuan kadar HCl dalam sampel
Metode            : Acidi Alkalimetri
Prinsip             : Penetralan asam basa
Reaksi             : NaOH + HCl à NaCl + H2O
Tujuan             : Untuk mengetahui kadar HCl dalam sampel
Alat-alat          : Buret, statif, erlenmeyer, beacker glass, pipet tetes, pipet volume,
                          corong, karet penghisap
Bahan-bahan   : HCl, NaOH, PP 1%

Prosedur

Karena NaOH telah diberikan maka tidak dilakukan pembakuan NaOH lagi.
1.      Pipet 10,0 ml larutan HCl, masukkan ke erlenmeyer, lalu tambahkan PP 1% sebanyak 4 tetes (homogenkan)
2.      Titrasi dengan NaOH 0,0920 N sampai terbentuk warna merah jambu yang konstan dalam 2 menit. Titrasi sebanyak 2-3 kali.
Hasil            : Vol.titrasi I                = 11,30 ml
                      Vol.titrasi II              = 11,05 ml
                      Vol.titrasi III             = 10,9 ml
Diketahui    : N.NaOH                   = 0,0920 N
                      BE.HCl                     = BM = 36,5
                      Vol.pemipetan           = 10,0 ml
                      Vol pembuatan HCl  = 250 ml

Mgrek HCl      = Mgrek NaOH
Mgram HCl     = BE.HCl x N.NaOH x Vol.titrasi I
                        = 36,5 x 0,0920 N x 11,30 ml
                        = 37,9454 mg
                        = 0,0379 gr / 10 ml

Kadar HCl      =
                        =
                        = 0,9475 gr / 250 ml

Mgrek HCl      = Mgrek NaOH
Mgram HCl     = BE.HCl x N.NaOH x Vol.titrasi II
                        = 36,5 x 0,0920 N x 11,05 ml
                        = 37,1059 mg
                        = 0,0371 gr / 10 ml

Kadar HCl      =
                        =
                        = 0,9275 gr / 250 ml

Mgrek HCl      = Mgrek NaOH
Mgram HCl     = BE.HCl x N.NaOH x Vol.titrasi III
                        = 36,5 x 0,0920 N x 10,90 ml
                        = 36,6022 mg
                        = 0,0366 gr / 10 ml

Kadar HCl      =
                        =
                        = 0,9150 gr / 250 ml

Kesimpulan

Dari hasil praktikum, di dapat hasil dari titrasi sebanyak 3 kali, masing-masing :
- Kadar HCl I              = 0,9475 gr / 250 ml
- Kadar HCl II                        = 0,9275 gr / 250 ml
- Kadar HCl III           = 0,9150 gr / 250 ml




















PENDAHULUAN


Landasan Teori


            Analisa kuantitatif adalah analisa yang bertujuan untuk menetapkan kadar atau jumlah suatu senyawa atau zat dalam suatu contoh atau bahan.

Langkah-langkah analisa kuantitatif :
  1. Menimbang bahan
  2. Perlakuan
  3. Penetapan kadar (titrasi)
  4. Perhitungan

Cara atau metode analisa kuantitatif terbagi 3, yaitu :
1.      Gravimetri
Penentuan kadar dengan cara menggunakan timbangan
2.      Titrimetri / Volumetri
Penetapan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya
3.      Instrument
Penetapan kadar dengan menggunakan alat-alat antara lain : spektrofotometer, kromatografi, kolorimetri, dan potensiometri

Penggolongan analisa volumetri :
  1. Titrasi asam basa (netralisasi)
  2. Reaksi pembentukan kompleks
  3. Titrasi pengendapan (prespitasi)
  4. Titrasi oksidasi-reduksi
Syarat-syarat yang harus diperhatikan untuk melakukan titrasi volumetri :
  1. Reaksi harus sesederhana mungkin dan dapat ditulis dengan reaksi yang lengkap
  2. Reaksi harus dapat berjalan dengan baik, teratur, dan cepat
  3. Harus ada perubahan secara fisik / kimia yang dapat dilihat pada saat tercapai titik ekuivalen
  4. Untuk mengetahui titik akhir titrasi dapat digunakan indikator yang mempunyai perubahan fisik / kimia (dengan jalan pemberian warna atau endapan)

Titrasi asam basa atau netralisasi adalah reaksi antara ion H+ yang berasal dari asam dengan ion hidroksida (OH+) dari suatu basa. Objek titrasi suatu larutan dikali dengan suatu larutan baku asam. Yang diukur adalah volume asam yang tepat ekuivalen dengan jumlah basa yang ditentukan titik yang dicapai adalah titik ekuivalen dan titik akhir titrasi (t.a.t) yang berhubungan dengan larutan garam yang terbentuk. Jika asam dan basa adalah sama-sama elektrolit kuat, maka larutan yang terjadi akan bereaksi netral. Akan tetapi jika salah satu diantaranya asam dan basanya elektrolit lemah maka garam-garam yang terjadi akan terhidrolisa dan larutan pada titik ekuivalen akan bereaksi asam lemah / basa lemah.
Acidimetri adalah penetapan pekat asam dengan menggunakan larutan alkali, sedangkan alkalimetri adalah proses sebaliknya. Jadi pada pokoknya proses yang terjadi pada acidi alkalimetri adalah proses Netralisasi.
Adapun Netralisasi tersebut meliputi :
1.      Netralisasi asam kuat dengan basa kuat
2.      Netralisasi asam lemah dengan basa kuat
3.      Netralisasi basa lemah dengan asam kuat
4.      Netralisasi basa lemah dengan asam lemah


Praktikum ke   : 5
Hari / tanggal  : Selasa / 25 April 2006
Materi              : Penentuan asam borax (H3BO3)
Metode            : Alkalimetri
Prinsip             : Penetralan asam basa
Tujuan             : Untuk mengetahui kadar asam borax dalam sampel
Alat-alat          : Buret, statif, erlenmeyer, beacker glass, pipet tetes, pipet volume,
  corong, karet penghisap
Bahan-bahan   : asam borax (H3BO3), Gliserol 87%, PP 1%, NaOH

Prosedur

  1. Pipet dengan seksama asam borax (H3BO3) sebanyak 10,0 ml, masukkan ke dalam erlenmeyer 250 ml
  2. Tambahkan gliserol 87% sebanyak 5 ml
  3. Tambahkan indikator PP 3-5 tetes
  4. Lalu titrasi dengan NaOH sampai warna pink muda
  5. Catat volume titrasi
  6. Lakukan perlakuan diatas minimal 3 kali
  7. Buat perhitungan

Diketahui        :
- BM H3BO3               = BM = BE = 61,83
- N.NaOH                   = 0,0826 N
- Vol.titrasi I               = 10,1
   Vol.titrasi II             = 9,80
   Vol.titrasi III            = 10,05

Mgrek H3BO3             = Mgrek NaOH
Mgram H3BO3                        = N.NaOH x Vol.titrasi I x BE.H3BO3
                                    = 0,0826 N x 10,1 ml x 61,83
                                    = 51,5823 mg
                                    = 0,05158 gr / 10 ml

Kadar H3BO3              =
                                    =
                                    = 1,2895 gr / 250 ml

% Kesalahan               =
                                    = 3,16 %

Mgrek H3BO3             = Mgrek NaOH
Mgram H3BO3                            = N.NaOH x Vol.titrasi II x BE.H3BO3
                                    = 0,0826 N x 9,80 ml x 61,83
                                    = 50,0501 mg
                                    = 0,0500 gr / 10 ml

Kadar H3BO3              =
                                    =
                                    = 1,25 gr / 250 ml

% Kesalahan               =
                                    = 0 %
Mgrek H3BO3             =  Mgrek NaOH
Mgram H3BO3                        =  N.NaOH x Vol.titrasi III x BE.H3BO3
                                    = 0,0826 x 10,05 x 61,83
                                    = 51,3269 mg
                                    = 0,0513 gr / 10 ml

Kadar H3BO3                        =
                                    =
                                    = 1,2825 gr / 250 ml

% Kesalahan               =
                                    = 2,6 %

Kesimpulan

Setelah dilakukan titrasi sebanyak 3 kali maka diperoleh kadar H3BO3 masing-masing
- Kadar H3BO3 I         = 1,2895 gr / 250 ml
- Kadar H3BO3 II        = 1,25 gr / 250 ml
- Kadar H3BO3 III      = 1,2825 gr / 250 ml