Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Agustus 2014

Idul Fitri 1435 H

Alhamdulillah, nuansa Idul Fitri kali ini lebih bermakna karena bisa berkumpul dengan saudara sepupu yang jauh- jauh, Selaini itu bisa pulang kampungnya Mama di Desa Jagaraga dan untuk pertama kalinya bisa berkunjung ke Danau Ranau. Selain itu bisa berkumpul 'Lengkap' dengan para anggota 'Dewchip' dan 'Titu'


 Pose bersama Dewchip

ini foto pas di Ranau

Kumpul Bareng

 We Are Titu



For The First in My Life

Yuhuu, menjelang tiga perempat tahun 2014, ada banyak hal yang baru saya alami..
untuk pertama kalinya, saya menjadi warga negara yang baik yang menggunakan haknya dalam pemilu presiden :). dan rasanya itu bahagia. bagaimana rasanya kita bisa mengeluarkan suara hati kita lewat pencoblosan. Say No to Golput, gan !!!

Kenapa ini jadi yang pertama, alasannya simpel. Dulu, ketika pemilihan presiden di tahun 2009, umur saya belum memasuki 17 tahun. hanya kurang sekitar 10 hari. Selanjutnya , karena aktivitas saya yang merantau dari daerah asal, maka setiap pemilihan bupati dan legislatif, saay juga tidak bisa ikut. Barulah ketika pemilihan presiden ini, saya bisa mencoblos meskipun bukan di daerah asal saya dengan menggunakan KTP dan juga harus menunggu sampai jam 12 siang, karena dikhawatirkan surat suara masyarakat di daerah tempat saay merantau kurang, sementara saya tidak terdaftra di daerah tsb.  ( 9 Juli 2014)

Ini adalah tahun ke empat saya merantau, dan tetap, KTP saya masih KTP daerah asal. terkadang, karena KTP saya bukanlah KTP tempat saya merantau sering menjadi masalah untuk mendaftar beberapa keperluan, seperti harus ada penambahan berkas yang harus dilengkapi.

Selanjutnya, pas bulan puasa 1435 H inim untuk pertama kalinya juga saya dan beberapa teman mengikuti I'tikaf (yah, walau cuma cuma sekali) tapi ini pengalaman yang berkesan, setidaknya saya bisa tau suasana orang I'tikaf itu seperti apa. Kelebihannya adalah diri kita lebih terfokus untuk ibadah, yah karena jauh dari hiruk pikuk dunia, apalagi hape juga dinon-aktifkan,(dalam kondisi silence), jadi kita bisa fokuc untuk ibadah.
Masjid tempat kami I'tikaf juga lumayan jauh dari kost2an, sehingga nyaris hampir 1 jam waktu yang digunakan jika menggunakan angkutan umum.Dan disana bagi yang menjalankan i'tikaf juga disediakan sahur gratis, sehingga tidak perlu risau memikirkan saurnya nanti gimana. dan juga, sekalian kita bisa melihat pemandangan pagi hari yakni para Rusa berjemur di tamannya :) sangat banyak sekali. (19 Juli 2014)

Bersama teman yang lainnya juga, untuk pertama kalinya kami mengikuti penggalangan dana untuk Gaza, sebagai simpatisan sebuah partai. yah , memang peranan kami tak begitu banyak, hanya sebagai penyorak dijalanan. Tapi ini membahagiakan, bagaimana kita bisa bersama2 menyuarakan isi hati kita. #lagi2 suara hati.
Kami melakukan LongMarch dari kantor DPRD palembang dan berhenti di lingkaran air mancur, depan Masjid Agung, selanjutnya setelah kami mengikuti Aksi, kami melanjutkan kegiatan yang dibilang juga untuk pertama kalinya yakni One Day Ten Juz (agenda Ramadhan), yah tapi tetap saja tidak berhasil target yang dicapai, karen acara dimulai jam 8 sementara kami tiba dimasjid jam 12 kurang, selanjutanya solat dhuhur barulah seteah itu tilawah.






Selasa, 29 April 2014

Sebuah Kesudahan ( Cangkir yang kepenuhan air)

SEBUAH KESUDAHAN

Jari tanganku berkalkulasi...
5 tahun sudah rasa itu terendap didalam hatiku...
Sering terelektroforesis, tapi kembali lagi dalam ionisasi yang anonim...

Harusnya aq tau...
Saat kau pergi, rasa itu pun harus bebas dari belenggunya,
Karena mungkin kau takkan kembali , bahkan bayangan mu
memudar bersama waktu yang berotasi..
tapi meski tak ada pertemuan antara qta ,
di sudut hatiku, sesuatu berirama begitu lambat...
relativitasnya memancarkan molekul – molekul keindahan...
dan berfluoresensi menjadi senyuman tat kala aq mengingatnya...

Ya , begitulah kekuatan rasa yang ada ,
Rasa yang perlu diketahui dan dibuktikan hipotesisnya..
Dan bukti nyata  yang  autentik  hingga detik ini adalah...
Kau tak tau keindahan dari rasa itu..
Dan aq yakinkan bahwa ini bukanlah cinta..
Karena cinta itu  harus memiliki agar mencintai dan dicintai
Berpadu membuat keseimbangan menjadi sepasang kekasih..
Karena cinta itu dalah fitrah ...
Kefitrahannya tak kan mampu membuat goresan luka..

Maka , apa yang aq raskan sekarang bisa saja berakhir luka.
Bisa saja ia bermetamorfosis menjadi duri yang meracuni akal sehatku.
Dan menciutkan nyaliku pada kekecewaan.


5 tahun... itu bukan waktu yang sebentar,
Anak balita sudah bisa berbicara lancar, berlarian, dan mengeja kata seperti rasaku...
Semakin lama semakin jelas bahwa di hatimu tak da ruang untukku...
Jadilah,
Yang aq inginkan hanyalah menutup lembaran kisah ini..
Atau mungkin memindahkan kisah ini ke album memory..
Biarlah diingat , tapi tak berharap rasa itu kembali
Implikasinya , aku ingin mengakhiri kisah ini
Membebaskan rasa ini dan mencakrawalakan hatiku.

Tapi...
Mengapa rasanya terlau sulit untuk melepaskannya ??
Seperti rasa itu tersusun molekula atom yang sangat kuat..
Tiap proton mengikat elektronnya, hingga berikatan dalam reaksi yang luar biasa..
Bermiosis ,enjdi bagian yang baru...
Seolah – olah mati stu tumbuh sseribu..
Sulitttt sekali untuk menghulangkannya...
Dan aq tak mengerti apa cara tepat untu membuatki mengerti bahwa ini tak perlu dilanjutkan.

Setiap kali aq mencoba ‘rela’ dengan ini ,
Saat itu juga harapan itu muncul lagi.
“ sebuah harapan yang sederhana, tapi butuh tangan Tuhan untuk membuatnya terjadi “
Aq ingin bertemu dengan mu.... dalam dunia nyataku, bukan utopia..
Aq ingin melihatmu agar ku yakin bahwa kau baik-baik saja.
Aq ingin mendengar suaramu walaupun itu cukup satu kata.”

Terdengar naif, bukan ???
Karena hakikatnya manusia tak pernah merasa puas..
Tapi inilah yang aq inginkan..
“mengucapkan terima kasih ntukmu yangtelah hadir dalam hidupku”
“ TERIMA KASIH “

Hanya kata itu yang ingin aq sampaikan padamu,
Dan  sesudah itu kau boleh memaparkan balsan atas ungkapanku.
Mungkin dengan begitu rasa ini akan terhempas jauh,
Menyirnakan wujudnya dan hilang berbekas debu...
Hanya itu...
Dan aq tak kan menyudutkanmu dengan argumentasiku
Aq ingin hatimu pun beratikulasi tentang pernyataan q padamu,
Biar nantinya jelas, biar usai secara utuh..

Semua ini tak terkait dengan kesalahanmu
Rasa 5 tahun yang ku jaga ini bukanlah tamggung jawabmu
Aq takkan menyalahkanmu walupun rasa itu harus bertubukan satu sama lain.
Aq pun takkan meminta mu mengerti bagaimana rasanya  kesulitan  melepaskan
Sesuatu yang tak patut untuk dipertahankan.
Dan aq pun aku pun tak ingin bersemayam dalam pikiranmu hanya karena
Abstraknya kata – kataku...

Jika pun bisa meminta...
Aq ingin kau mencabut  rasa ini dengan cara yang kau yakin baik
Dengan jalan tanpa harus membuatku luka
Jika pun luka , cukuplah luka permukaan saja ...
Cukuplah tergores, jangan tersayst...

Karena sesungguhnya ...
Yang ku inginkan adalah kesudahan ...
Kesudahan dari rasa yang awalnya pun tak diketahui.
Jika pun kau harus hadir dalam kisah kun lagi,
Biarlah kau menjadi peran yang baru...
Karena aq tak mau terjebak dalam kisah yang sama,
Yang selalu berkutat dalam epidemilogi siklus rasa...
Selalui menemui itu dan kembali pada itu...
Karena yang ada hanya  lelah dan bosan
Dan akhirnya hidup ku takkan berporadisasi...

Maka dari itu...
Ingin cepat berakhir, jangan berlama – lama...
Dan suatu hari kau akan lihat,
Nyatanya nanti rasa itu telah lenyap... bertransformasi menjadi biasa
Karena watunya telah usai...
By :   _sesurii_B4O72-_