Kamis, 03 November 2011

PENETAPAN KADAR KARBONAT MELALUI TITRASI KEMBALI





TUJUAN PERCOBAAN
Menetukan kadar natrium karbonat dengan titrasi kembali  (asidi-alkalimetri) menggunakan indikator  visual.
●TEORI DASAR
          Titrasi asam basa adalah metode analisis kuantitatif  yang didasarkan kepada penentuan jumlah reagen yang dibutuhkan untuk bereaksi sempurna dengan analit (sehingga dapat menentukan kadar suatu zat).  
          Jika larutan basa yang hendak ditentukan kadarnya sukar larut  dalam air atau kecepatan reaksi  dengan larutan baku asam relatif lambat  maka titik akhir  pada titrasi langsung akan mengalami penyimpangan sehingga tidak stoikiometris. Maka dalam hal ini dilakukan titrasi  tidak lansung atau titrasi  kembali sebagai berikut  :
Kepada larutan baku asam berlebihan ( yang banyaknya telah ditentukan ) . Kemudian kelebihan larutan baku asam ditentukan dengan titrasi kembali  dengan larutan baku basa. Kemudian kadar contoh basa dihitung dari selisih berat ekivalen larutan baku asam dengan berat ekivalen larutan baku basa yang digunakan pada titrasi kembali.
Untuk percobaan ini, Na2CO3 direaksikan dengan asam (H2SO4) berlebih , kelebihan asam dititrasi kembali dengan larutan baku basa (NaOH).
Reaksi Kimia :
I.       Na2CO3 + H2SO4                           Na2SO4  + H2O + CO2
II       H2SO4   +  2NaOH                     Na2SO4  + 2 H2O
Indikator yang digunakan pada titrasi ini adalah phenolftalein yang trayek pHnya berkisar  8 – 9,6 (tak berwarna – merah)

ALAT DAN BAHAN
          ● Alat :
                   Buret 50 ml
                   ● Labu ukur  100 ml dan 250 ml
                   ● Erlenmeyer 250 ml
                   ● Pipet volume 10 ml dan 25 ml
                   ● Gelas kimia 100 ml
                   ● Neraca analitik
                   ● Batang pengaduk
          Bahan :
                     Soda abu (sampel)
                   ● NaOH  0,0934 N
                   ● H2SO4   0,0886 N
                   ● indikator PP 1%
         

CARA KERJA          :
Timbang  sampel 2,5 gram kemudian larutka dengan aquades. Larutan di pindahkan secara kuantitatif ke dalam labu ukur 250 ml. Tambahkan aquades sampai garis tanda, kocok sampai homogen. Larutan sampel  dipipet secara seksama 10 ml, masukkan ke dalam labu titrasi (Erlenmeyer). Tambahkan 25 ml larutan baku H2SO4 0,1225 N. Didihkan selama 1-2 menit. Pendidihan dilakukan untuk menghilangkan CO2  dalam larutan .  Setelah cukup dingin tambahkan 2-3 tetes indicator PP 1 %. Larutan ini dititrasi dengan larutan baku NaOH 0.0943 N hingga terbentuk warna pink muda.  Titrasi dilakukan 3 kali pengulangan atau lebih dan hasilnya dirata-ratakan.
DATA PENGAMATAN
● Penimbangan
Gram sampel
2,5 gram
Volume pelarutan
250 ml
Pemipetan sampel
10 ml

Pembakuan larutan baku pertama ( larutan H2 SO4 dititrasi dengan larutan NaOH 0.0934 N )




 Titrasi 1
Titrasi 2
 Rata-rata
Volume
H2 SO4
 10 ml
10 ml
10 ml
Volume NaOH              
9,1 ml
9,7 ml
9,4 ml

Perhitungan Normalitas H2SO4  :
m.grek titrat                  =       m.grek analit
N x ml                           =       N x ml
0.0934 N x 9,4 ml         =       N. H2 SO4  x  10 ml
N. H2 SO4                     =       0.0934 N x 9,4 ml        
                                                10 ml
                             =       0,0886 N

● Titrasi penentuan kadar Na2 CO3 dalam sampel

 Titrasi 1
Titrasi 2
Titrasi 3
Rata-rata
Volume aliqout
10 ml
10 ml
10 ml
10 ml
Volume H2SO4
25 ml
25 ml
25 ml
25 ml
Volume NaOH
9,6 ml
9,0 ml
8,9 ml
9,1667 ml
 
● PERHITUNGAN
● PENENTUAN KADAR  Na2CO3  DALAM %b/b
     m.grek titrat             =       m.grek analit
        m.gram                                      
                                    =          [ (N.  H2 SO4  x  ml H2 SO4   ) – ( N. NaOH x ml NaOH)                      BE Na2CO3

          m.gram            
                                    =          [ ( 0,0886 N x 25 ml)– (0,0934 N x 9,1667 ml ) ]

             53
m.gram              =          [ 2,215  - 0,8561 ] x 53
                           =          72, 0217 mgram

Pengenceran      =          Volume pelarut sampel / volume pemipetan sampel
                           =                      250 ml / 10 ml
                           =          25 kali

                                       Mgram Na2CO3  x 0,001  x Pengenceran x 100%
%b/b Na 2CO3    =
                                                   Gram sampel
                                       72, 0217 mgram x 0,001  x  25  x 100%
%b/b Na 2CO3    =
                                                   2,5 gram
                           =          72, 0217 %




● PENENTUAN KADAR  Na2CO3  DALAM %b/v

                               Mgram Na2CO3  x 0,001  x Pengenceran x 100%
%b/v Na 2CO3    =
                                                   Volume sampel
                                       72, 0217 mgram x 0,001  x  25  x 100%
%b/v Na 2CO3    =
                                                               250 ml
                           =          0, 720217 %














Kesimpulan

Dari hasil praktikum, didapatkan bahwa %b/b Na 2CO3  di dalam garam dapur sebesar 72, 0217 %.
Dan %b/v Na 2CO3  di dalam BaCl2.2H2O sebesar 0, 720217 %.



















DAFTAR PUSTAKA
Murod, Amir . 1988. Kimia Analitik Kuantitatif. Palembang : Sekolah Menengah Analis  Kesehatan.
Day. R.A Underwood. A.L. 1986. Quantitative Analysis (fifth ed.).New York: Prentice
          Hall. (Terjemahan oleh A. Hadyana. 1992. Analisis Kimia Kuantitatif (ed. Ke
         5).Jakarta: Erlangga)

Rabu, 02 November 2011

PENETAPAN KADAR AIR KRISTAL DALAM FERRO SULFAT MELALUI TITRASI OKSIDIMETRI METODE PERMANGANTOMETRI




        I.            TUJUAN
Untuk menetapkan kadar air Kristal di dalam FeSO4

      II.            DASAR TEORI
Dasar reaksi oksidimetri ialah reaksi oksidasi-reduksi antara zat penitrasi dan yang dititrasi. Permanganometri merupakan titrasi yang dilakukan berdasarkan reaksi oleh kalium permanganat (KMnO4). Reaksi ini difokuskan pada reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi antara KMnO4 dengan bahan baku tertentu. Titrasi dengan KMnO4 sudah dikenal lebih dari seratus tahun. Kebanyakan titrasi dilakukan dengan cara langsung atas alat yang dapat dioksidasi seperti Fe+, asam atau garam oksalat yang dapat larut dan sebagainya. Beberapa ion logam yang tidak dioksidasi dapat dititrasi secara tidak langsung dengan permanganometri seperti: (1) ion-ion Ca, Ba, Sr, Pb, Zn, dan Hg (I) yang dapat diendapkan sebagai oksalat. Setelah endapan disaring dan dicuci, dilarutkan dalam H2SO4 berlebih sehingga terbentuk asam oksalat secara kuantitatif. Asam oksalat inilah yang akhirnya dititrasi dan hasil titrasi dapat dihitung banyaknya ion logam yang bersangkutan. (2) ion-ion Ba dan Pb dapat pula diendapkan sebagai garam khromat. Setelah disaring, dicuci, dan dilarutkan dengan asam, ditambahkan pula larutan baku FeSO4 berlebih. Sebagian Fe2+ dioksidasi oleh khromat tersebut dan sisanya dapat ditentukan banyaknya dengan menitrasinya dengan KMnO4.

Pada praktikum kali ini FeSO4 dititrasi dengan KMnO4 tanpa menggunakan indicator karena  Kalium permanganat merupakan zat pengoksidasi yang sangat kuat. Pereaksi ini dapat dipakai tanpa penambahan indikator, karena mampu bertindak sebagai indikator. Oleh karena itu pada larutan ini tidak ditambahkan indikator apapun dan langsung dititrasi dengan larutan Natrium oksalat dimana merupakan standar yang baik untuk standarisasi permangnat dalam suasana asam. Larutan ini mudah diperoleh dengan derajat kemurnian yang tinggi. Reaksi ini berjalan lambat pada temperatur kamar dan biasanya diperlukan pemanasan hingga 60ºC.
                Pada penambahan tetesan titrasi selanjutnya warna merah hilang semakin cepat karena ion       mangan (II) yang terjadi berfungsi sebagai katalis, katalis untuk mempercepat reaksi. Reaksi          yang berlangsung saat tirasi adalah
               
                MnO4  +  8H+  + 5Fe2+                                      Mn  +  4H2O  + 5Fe3+


    III.            ALAT DAN BAHAN
● Alat :
1. Buret 50 ml
2. Labu ukur  100 ml dan 500 ml
       3. Erlenmeyer 250 ml
       4. Pipet volume 10 ml dan 25 ml
       5. Gelas kimia 100 ml
       6. Neraca analitik
       7. Batang pengaduk

       ● Bahan :
       1. FeSO4. XH2O (sampel)
       2. KMnO4  0,0975 N
       3. H2SO4   2N
       4. H2C2O4 0,1 N

  1. CARA KERJA
Timbangsampel 1,00 gram kemudian larutkan dengan aquades. Larutan di pindahkansecarakuantitatifkedalamlabuukur 100 ml. Tambahkan aquades sampai garis tanda, kocok sampai homogen. Larutan sampel dipipet secara seksama 10 ml, masukkan ke dalam labu titrasi (Erlenmeyer). Tambahkan 1 ml H2SO4  2 N. Panaskan hingga dinding Erlenmeyer berembun. Larutan ini dititrasidengan larutan baku KMnO4  0,0975 N hingga terbentuk warna pink. Titrasi dilakukan 3 kali pengulangan atau lebih dan hasilnya dirata-ratakan.


     V.            DATA PENGAMATAN
1.      Penimbangan sampel A :
Gram sampel
1,00 gram
Volume pelarutan
100 ml
Pemipetan sampel
10 ml


2.      Penimbangan sampel B :
Volume sampel A
10 ml
Volume pelarutan
100 ml
Pemipetan sampel
10 ml



3.      Pembakuan larutan KMnO4  dengan larutan  H2C2O4

 Titrasi 1
Titrasi 2
Rata-rata
Volume  H2 C2O4
10 ml
10 ml
10 ml
Volume
KMnO4


10,15 ml


4.      Titrasi penentuan kadar FeSO4 dalam sampel A

 Titrasi 1
Titrasi 2
Titrasi 3
Titrasi 4
Titrasi 5
Rata-rata
Volume pemipetan
sampel

10 ml

10 ml

10 ml

10 ml

10 ml

10 ml
Volume KMnO4
4 ml
3,8 ml
3,9 ml
3,8 ml
3,7 ml
3,84 ml



5.   Titrasi penentuan kadar FeSO4  dalam sampel B

 Titrasi 1
Titrasi 2
Titrasi 3
Rata-rata
Volume pemipetan
sampel

10 ml

10 ml

10 ml

10 ml
Volume KMnO4
0,6 ml
0,8 ml
0,8 ml


  1. PERHITUNGAN

1. Perhitungan Normalitas KMnO4    :
m.grek titrat                         =          m.grek analit
N x ml                                 =          N x ml
0.1 N x  10 ml                     =          N. KMnO4  x  10,15 ml
N. KMnO4                                    =          0,0975N
2. Penetapan kadar FeSO4. XH2O sampel A
J mgram FeSO4 / 10 ml      =          N KMnO4 x volum titrasi x BE. FeSO4 
                                            =          0,0975 N x 3,84 ml x 152
                                            =          56,9088 mgram

J mgram FeSO4 / 100ml     =          (100/10) x 56,9088 mgram
                                            =          569,088 mgram
        Gram FeSO4                  =          0,5690 gram


                                                  
                        %b/b     FeSO4                   =                 
                                                   =                  
                                                   =          56,9 %b/b
     J Mencari berat Molekul air Kristal
               Mol FeSO4                         =          Mol H2O
                                                  =         
                                      =         

               0,0003743 mol                        =          0,0523944 mol